News Mamasa – Sejumlah kepala desa (kades) di Kabupaten Mamasa mengeluhkan pembayaran penghasilan tetap (siltap) yang belum sepenuhnya mereka terima. Hingga saat ini, tunggakan siltap disebut telah mencapai sembilan bulan, sehingga berdampak pada kondisi ekonomi para aparat desa.

Dalam persoalan siltap kades mamasa, para kades meminta pemerintah kabupaten segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan kewajiban tersebut. Mereka menilai pembayaran siltap merupakan hak yang harus dipenuhi karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan aparatur desa.
Baca Juga : Kuliner Malam Mamasa Kondosapata Kian Ramai
Para kepala desa di Mamasa juga menyampaikan bahwa keterlambatan pembayaran ini menghambat pelaksanaan tugas pemerintahan di tingkat desa. Beberapa program pelayanan masyarakat ikut terdampak karena keterbatasan dukungan operasional.
Selain itu, para kades berharap pemerintah daerah dapat memberikan kejelasan terkait jadwal pembayaran siltap yang tertunggak. Transparansi dinilai penting agar tidak menimbulkan ketidakpastian di kalangan aparatur desa.
Melalui isu siltap kades mamasa, berbagai pihak mendorong Pemkab Mamasa untuk segera menyelesaikan permasalahan ini. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengalokasikan anggaran secara tepat serta memperbaiki sistem pengelolaan keuangan agar kejadian serupa tidak terulang.
Para kepala desa juga mengingatkan bahwa peran mereka sangat penting dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat paling bawah. Oleh karena itu, pemenuhan hak aparatur desa menjadi hal mendasar yang perlu mendapatkan perhatian serius.
Dengan adanya penyelesaian tunggakan ini, diharapkan kinerja pemerintahan desa di Mamasa dapat kembali optimal dan pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih baik.