News Mamasa – Duka evakuasi helikopter menyelimuti rimba Sekadau saat prajurit TNI dan Tim SAR gabungan memulai proses pengangkutan puing pesawat PK-CFX. Subuh buta di Bukit Puntak tidak menghadirkan suara mesin, melainkan derap sepatu lars dan napas berat para personel yang memikul beban di medan terjal.

Duka evakuasi helikopter terasa kental ketika puluhan personel harus mengandalkan tenaga fisik untuk membawa bagian helikopter keluar dari hutan. Mereka berjalan menyusuri jalur sempit, menembus pepohonan lebat, serta menghadapi kondisi tanah yang licin dan berbatu. Setiap langkah membutuhkan kehati-hatian tinggi agar proses evakuasi tetap berjalan aman.
Baca Juga : Siltap Kades Mamasa Tertunggak 9 Bulan
Prajurit TNI bersama Tim SAR menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah, bergantian memikul puing helikopter yang memiliki bobot cukup berat. Koordinasi yang solid menjadi kunci agar proses evakuasi berlangsung lancar meski menghadapi keterbatasan alat.
Suasana haru menyelimuti lokasi evakuasi. Keheningan pagi memperkuat rasa kehilangan sekaligus menghormati peristiwa yang terjadi. Para personel tetap fokus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, memastikan setiap bagian helikopter dapat dievakuasi dengan baik.
Selain mengangkut puing, tim juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bagian yang tertinggal. Upaya ini penting untuk kepentingan investigasi lebih lanjut terkait penyebab kejadian.
Duka evakuasi helikopter ini menjadi pengingat akan risiko tinggi dalam dunia penerbangan, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang. Peran TNI dan Tim SAR sangat vital dalam menangani situasi darurat seperti ini.
Melalui kerja keras dan semangat kebersamaan, proses evakuasi terus berjalan hingga seluruh puing berhasil dipindahkan. Dedikasi para prajurit dan relawan menjadi cerminan kuatnya solidaritas dalam menghadapi musibah, sekaligus menunjukkan komitmen untuk menuntaskan setiap misi kemanusiaan dengan penuh tanggung jawab.