News Mamasa – Sebuah peristiwa kebakaran tragis terjadi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Selasa (26/8/2025). Tiga rumah warga hangus terbakar setelah diduga dipicu oleh anak-anak yang bermain korek api di dekat aktivitas pengisian bensin eceran. Insiden ini sontak membuat panik warga sekitar karena api dengan cepat merembet ke permukiman.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081848/original/011961000_1657183062-01g7bq2fgwj3wz3y8nzebtqejg.jpg)
Kronologi Kejadian
Baca Juga : Perempuan Dicor Dalam Sumur Karena Kekasihnya Cemburu
Menurut keterangan saksi mata, kebakaran bermula ketika salah satu warga sedang melakukan pengisian bensin eceran di depan rumahnya. Di saat bersamaan, beberapa anak terlihat bermain korek api tak jauh dari lokasi tersebut. Diduga percikan api mengenai bensin yang tercecer, lalu dengan cepat menyulut kobaran api besar.
Api yang membesar seketika sulit dikendalikan. Angin yang bertiup kencang membuat si jago merah menjalar ke dua rumah lainnya yang berdempetan. Dalam hitungan menit, tiga rumah warga rata dengan tanah.
“Awalnya hanya api kecil, tapi langsung menyambar jeriken berisi bensin. Kami semua panik, apalagi rumah di sini berdempetan,” ungkap salah seorang warga.
Upaya Pemadaman
Warga bersama aparat setempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, karena volume bensin yang cukup banyak, api sulit dikendalikan hingga akhirnya merembet ke rumah lain. Petugas pemadam kebakaran Mamasa yang tiba di lokasi beberapa saat kemudian berhasil menjinakkan api setelah hampir dua jam berjibaku.
Meski tidak ada korban jiwa, beberapa warga mengalami luka ringan akibat mencoba menyelamatkan barang-barang. Sementara kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Tiga Rumah Ludes, Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Akibat insiden tersebut, tiga kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Sebagian besar harta benda tidak sempat diselamatkan karena api menjalar terlalu cepat. Saat ini, para korban kebakaran sementara mengungsi di rumah kerabat dan pos darurat yang didirikan pemerintah desa setempat.
“Kami benar-benar tidak sempat menyelamatkan barang. Api langsung besar sekali,” ujar salah satu korban dengan mata berkaca-kaca.
Respons Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Mamasa langsung menurunkan tim tanggap darurat untuk membantu korban kebakaran. Dinas Sosial menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya.
Bupati Mamasa menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah tersebut dan meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menyimpan serta memperdagangkan bahan bakar eceran. “Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih waspada. Jangan ada lagi anak-anak yang bermain di dekat bahan bakar berbahaya,” tegasnya.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Polisi kini masih melakukan penyelidikan terkait kronologi kebakaran. Meski dugaan sementara api berasal dari permainan korek api anak-anak, aparat akan mendalami lebih jauh untuk memastikan penyebab pasti serta kemungkinan adanya kelalaian orang dewasa.
Penutup
Kebakaran di Mamasa ini menjadi peringatan keras tentang bahaya penyimpanan dan penjualan bensin eceran tanpa pengawasan yang ketat. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada, terutama dalam menjaga anak-anak agar tidak bermain di area berisiko tinggi.









