News Mamasa — Dinamika sentimen warganet terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan pola yang menarik sejak awal masa kepemimpinannya. Di satu sisi, tingkat kepuasan publik dan dukungan daring terbilang tinggi, namun di sisi lain, ruang digital juga dipenuhi kritik dan ekspresi kekecewaan terhadap sejumlah kebijakan.

Berdasarkan hasil survei dan analisis media sosial yang dihimpun dari berbagai sumber, warganet menilai pemerintahan Prabowo cukup responsif di 100 hari pertama, namun ekspektasi publik terhadap efektivitas kebijakan tetap tinggi.
Baca Juga : Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Harap Seluruh Pelayanan Pertanahan Bisa Transformasi Digital, Tak Lagi Rumit
Mayoritas Warganet Tunjukkan Sentimen Positif
Data survei nasional menunjukkan sekitar 80 persen publik puas terhadap kinerja awal Presiden Prabowo, terutama pada sektor bantuan sosial, pertahanan, dan pembangunan infrastruktur. Analisis media sosial yang dilakukan Kompas.id mencatat bahwa dari ribuan unggahan di platform seperti Instagram, X (Twitter), dan TikTok, sekitar 47 persen bersentimen positif, sementara 27 persen negatif, dan sisanya netral.
Konten positif umumnya menyoroti kedekatan Prabowo dengan rakyat, gaya komunikasinya yang dinilai rendah hati, serta langkah cepat dalam memperkuat koordinasi lintas kementerian.
“Ada persepsi bahwa Prabowo bekerja cepat dan tidak banyak retorika. Ini yang diapresiasi warganet,” ujar pengamat komunikasi politik Universitas Indonesia, Ari Setiawan, Sabtu (9/11/2025).
Namun Kritik Tak Terhindarkan
Meski sentimen positif mendominasi, warganet juga menunjukkan sisi kritis terhadap sejumlah kebijakan, terutama di bidang ekonomi dan harga kebutuhan pokok. Riset INDEF pada September 2025 mencatat bahwa 64 persen warganet pesimis reshuffle kabinet dapat membawa perbaikan signifikan bagi ekonomi rakyat.
Selain itu, isu terkait transparansi pemerintahan, keterbukaan informasi, dan efektivitas birokrasi menjadi sorotan utama di ruang digital.
“Ruang media sosial selalu lebih dinamis. Kritik muncul cepat karena publik ingin pemerintah tanggap dan terbuka,” kata peneliti media sosial INDEF, Riza Hermawan.
Pemerintah Diminta Terus Responsif
Analis politik menilai, perbedaan antara kepuasan publik di survei dan persepsi warganet di media sosial merupakan hal wajar dalam era digital. Pemerintah diimbau terus menjaga komunikasi publik agar kebijakan tidak hanya berjalan, tetapi juga dipahami oleh masyarakat.
“Tantangan terbesar Prabowo bukan hanya bekerja, tapi juga memastikan kebijakannya diterima dan dipercaya publik,” tutur Ari.
Hingga kini, pemerintahan Prabowo masih menikmati momentum dukungan awal yang kuat, namun dinamika di ruang digital menunjukkan satu pesan jelas: warganet menuntut hasil nyata, bukan sekadar janji.









