News Mamasa – Toraya Ma’ Kombongan kembali menjadi forum strategis pelestarian adat dan budaya Toraja yang menyatukan berbagai elemen masyarakat. Bupati Mamasa menghadiri langsung kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan nilai adat, persatuan antardaerah, serta pelestarian kearifan lokal di wilayah Toraja dan sekitarnya.

Dalam forum Toraya Ma’ Kombongan, para tokoh adat, pemuka masyarakat, akademisi, dan perwakilan pemerintah berdiskusi secara terbuka mengenai peran adat dalam kehidupan sosial modern. Bupati Mamasa menyampaikan pandangan tentang pentingnya menjaga identitas budaya sebagai fondasi pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa adat dan budaya harus berjalan seiring dengan kemajuan zaman tanpa kehilangan nilai luhur.
Baca Juga : Melibatkan 32 Wilayah Adat Toraja, Toraya Ma’kombongan Digelar Tiga Hari
Kehadiran Bupati Mamasa memperkuat semangat kolaborasi lintas wilayah di kawasan Toraja Raya. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Toraya Ma’ Kombongan sebagai ruang musyawarah yang produktif dan berkelanjutan. Forum ini, menurutnya, mampu melahirkan gagasan strategis untuk menjaga harmoni sosial dan memperkuat persaudaraan antarmasyarakat adat.
Toraya Ma’ Kombongan juga membahas berbagai isu aktual, mulai dari pelestarian budaya, peran generasi muda, hingga penguatan kelembagaan adat. Para peserta forum menekankan pentingnya transfer nilai budaya kepada generasi muda agar tradisi tidak tergerus arus globalisasi. Diskusi berlangsung dinamis dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan saling menghormati.
Selain aspek budaya, forum ini menyoroti kontribusi adat dalam penyelesaian persoalan sosial. Mekanisme musyawarah adat dinilai mampu menjaga keseimbangan dan mencegah konflik di tengah masyarakat. Bupati Mamasa mendorong pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan lembaga adat dalam menyusun kebijakan yang berpihak pada nilai lokal.
Melalui, masyarakat Toraja mempertegas komitmen menjaga warisan leluhur sebagai kekuatan bersama. Kehadiran Bupati Mamasa menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap adat dan budaya sebagai pilar pembangunan berkelanjutan. Forum ini diharapkan terus memperkuat persatuan, identitas, dan martabat budaya Toraja di tingkat regional maupun nasional.









