News Mamasa — Sebuah kisah haru datang dari Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Sepasang lansia asal Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, terpaksa ditandu sejauh 8 kilometer menuju rumah sakit karena kondisi jalan yang rusak parah dan tidak bisa dilalui kendaraan. Kisah ini menjadi potret nyata sulitnya akses kesehatan di daerah pedalaman.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (3/11/2025). Warga bergotong royong menandu pasangan suami istri, Yohana (70) dan Lemba (75), yang tengah menderita sakit berat. Dengan peralatan seadanya, warga menggunakan tandu dari bambu dan kain sarung untuk membawa keduanya menuju Puskesmas terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Kondosapata Mamasa.
Baca Juga : Pencuri Truk Acungkan Pistol saat Hendak Ditangkap, Berujung Ditembak Polisi
Jalan Rusak, Transportasi Tak Bisa Lewat
Menurut warga setempat, kondisi jalan menuju desa mereka sudah lama rusak. Jalan berlubang, berlumpur, dan sempit membuat kendaraan roda empat tak dapat melintas, terutama saat musim hujan.
“Sudah bertahun-tahun jalan ini tidak diperbaiki. Kalau hujan, kendaraan tidak bisa lewat sama sekali. Jadi kami hanya bisa menandu kalau ada warga yang sakit,” ujar Markus, salah satu warga yang ikut membantu menandu pasangan lansia tersebut.
Ia menambahkan, perjalanan sejauh 8 kilometer itu membutuhkan waktu hampir tiga jam. “Kami bergantian menandu. Kasihan sekali mereka, tapi ini satu-satunya cara,” tuturnya.
Pemerintah Diminta Turun Tangan
Kisah pilu ini viral di media sosial setelah video warga menandu kedua lansia tersebut tersebar luas. Banyak netizen menyoroti lemahnya infrastruktur dasar di wilayah pedalaman Mamasa.
Kepala Desa Tondok Bakaru, Petrus Tandis, mengaku sudah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan ke pemerintah kabupaten, namun belum juga terealisasi.
“Kami berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi akses jalan kami. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga nyawa warga,” tegas Petrus.
Pemkab Mamasa Siap Tindaklanjuti
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Mamasa, Yosep Tangnga, menyatakan pihaknya akan segera meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mencari solusi jangka panjang.
“Kami prihatin dengan kejadian ini. Tim teknis akan kami kirim untuk melihat langsung kondisi jalan dan menentukan langkah perbaikan yang bisa dilakukan dalam waktu dekat,” jelasnya.
Kisah pasangan lansia yang ditandu ini menjadi cermin nyata perjuangan masyarakat pedalaman demi mendapatkan hak kesehatan yang layak. Di tengah kemajuan teknologi dan pembangunan, masih ada warga yang harus menempuh perjalanan panjang hanya untuk mendapat pertolongan medis.









