News Mamasa – Kepolisian Resor (Polres Mamasa) menindak sebanyak 139 pelanggar lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Keselamatan 2025 yang digelar di wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Operasi ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, mengurangi angka pelanggaran, serta mencegah terjadinya kecelakaan di jalan raya.
Baca Juga : Peringati Hari Tani, massa mengadu ke Gubernur Sulsel
Kapolres Mamasa melalui Kasat Lantas menyampaikan bahwa operasi dilaksanakan di sejumlah titik rawan pelanggaran, termasuk jalur utama perkotaan dan perbatasan antar-kecamatan.
Jenis Pelanggaran yang Paling Banyak Terjadi
Dari hasil operasi, tercatat sejumlah pelanggaran yang mendominasi, di antaranya:
-
Pengendara tidak menggunakan helm standar SNI.
-
Pengendara di bawah umur yang belum memiliki SIM.
-
Kendaraan dengan kelengkapan surat-surat tidak lengkap.
-
Penggunaan knalpot bising yang mengganggu kenyamanan warga.
Kasat Lantas Polres Mamasa menegaskan bahwa pelanggaran ini bukan hanya soal aturan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya.
Upaya Edukasi dan Penindakan Tegas
Selain melakukan penindakan berupa tilang dan teguran, aparat kepolisian juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pengendara. Tujuannya adalah agar masyarakat memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas, bukan sekadar menghindari sanksi.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa disiplin di jalan raya adalah untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain. Operasi ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” ujar Kasat Lantas.
Dampak Operasi bagi Keselamatan Jalan
Operasi Keselamatan 2025 yang dilakukan Polres Mamasa diharapkan mampu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang belakangan meningkat di beberapa titik jalan rawan. Dengan adanya tindakan tegas terhadap pelanggar, masyarakat diingatkan untuk lebih berhati-hati dan taat aturan.
Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk memperluas kerja sama dengan sekolah, komunitas, hingga tokoh masyarakat dalam upaya membangun budaya tertib lalu lintas sejak dini.
Harapan Masyarakat Mamasa
Sejumlah warga menyambut baik langkah Polres Mamasa dalam menertibkan lalu lintas. Mereka berharap tindakan tegas ini terus dilakukan agar jalan raya lebih aman dan nyaman.
“Banyak anak muda yang masih sering ugal-ugalan di jalan. Kami mendukung penuh tindakan polisi supaya tidak ada lagi kecelakaan yang merenggut nyawa,” ungkap salah seorang warga Mamasa.
Kesimpulan
Polres Mamasa berhasil menindak 139 pelanggar lalu lintas dalam Operasi Keselamatan 2025. Langkah ini bukan hanya bentuk penegakan hukum, tetapi juga upaya nyata untuk menekan angka kecelakaan dan menumbuhkan kesadaran berlalu lintas di masyarakat.
Dengan kombinasi penindakan tegas dan edukasi, diharapkan Mamasa dapat menjadi contoh daerah dengan budaya lalu lintas yang tertib dan aman.









