News Mamasa – Terobosan besar dalam dunia pendidikan terjadi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, setelah 82 sekolah kini resmi teraliri listrik berkat program percepatan elektrifikasi yang dilakukan PT PLN (Persero). Kehadiran listrik ini membuka akses baru bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil untuk memulai pembelajaran berbasis digital, yang selama ini sulit diwujudkan.

Program ini menjadi angin segar bagi guru dan siswa, terutama di sekolah yang selama bertahun-tahun mengandalkan fasilitas minim dan metode belajar konvensional.
Baca Juga : Anggota DPR Dorong Penguatan Industri Maritim, Soroti Galangan Kapal-SDM
Sekolah Terpencil Kini Terkoneksi Listrik
PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (UIW Sulselrabar) menjelaskan bahwa proses penyambungan listrik ke puluhan sekolah tersebut dilakukan bertahap sejak awal tahun. Sebagian besar berada di wilayah terluar Mamasa, seperti Kecamatan Rantebulahan Timur, Messawa, dan Tabulahan.
Manager PLN setempat menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah pegunungan Mamasa bukan pekerjaan mudah. Medan terjal dan jarak tempuh yang jauh menjadi tantangan utama. Namun, komitmen PLN untuk mendukung pendidikan membuat program ini terus dikebut.
“Ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi muda Mamasa. Dengan listrik yang stabil, sekolah kini memiliki kesempatan untuk mengadopsi teknologi dalam proses belajar,” ungkap perwakilan PLN.
Pembelajaran Digital Mulai Diterapkan
Setelah listrik menyala, sejumlah sekolah langsung memanfaatkan perangkat teknologi seperti proyektor, komputer, hingga koneksi internet berbasis wifi. Guru-guru mulai mengembangkan metode pembelajaran digital untuk meningkatkan minat belajar siswa.
Kepala SD di Kecamatan Nosu mengungkapkan rasa syukurnya. Selama ini mereka harus menggunakan papan tulis dan materi cetak yang sangat terbatas. Dengan listrik, guru dapat menggunakan video edukasi, materi interaktif, hingga ujian berbasis komputer secara bertahap.
“Anak-anak sangat antusias. Mereka baru pertama kali melihat tayangan edukasi melalui layar proyektor,” katanya.
Dampak Besar bagi Daerah 3T
Kehadiran listrik juga memberikan dampak sosial lainnya. Di beberapa sekolah, kegiatan belajar bisa dilakukan lebih fleksibel, terutama saat cuaca buruk atau ketika siswa membutuhkan tambahan bimbingan belajar. Pihak sekolah juga mulai merencanakan pembangunan perpustakaan digital untuk melengkapi fasilitas belajar.
Pemerintah Kabupaten Mamasa turut mengapresiasi peran PLN. Mereka menilai elektrifikasi sekolah adalah fondasi penting untuk mengejar ketertinggalan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
“Dengan adanya listrik, kualitas pendidikan kita akan meningkat signifikan. Ini langkah strategis untuk membuka akses pengetahuan seluas-luasnya bagi anak-anak Mamasa,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan.
PLN Komitmen Lanjutkan Pemerataan
PLN menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jaringan listrik hingga seluruh desa dan sekolah di Mamasa teraliri secara merata. Program lanjutan direncanakan menyasar sekolah-sekolah di daerah yang masih bergantung pada genset atau belum mendapat pasokan listrik sama sekali.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena tidak ada listrik,” tutup PLN.









