News Mamasa – Kabar membanggakan datang dari Sulawesi Barat (Sulbar). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru tahun 2025, Sulbar masuk dalam daftar provinsi dengan tingkat pengangguran terendah di Indonesia. Penurunan angka pengangguran ini menjadi bukti nyata keberhasilan strategi pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Data Terbaru Pengangguran di Sulbar
Menurut laporan BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Sulbar tercatat di bawah rata-rata nasional. Kondisi ini menjadikan Sulbar sebagai salah satu provinsi yang mampu menjaga stabilitas ketenagakerjaan meski menghadapi dinamika ekonomi global.
Gubernur Sulbar menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi. “Capaian ini bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat, dunia usaha, dan para pelaku UMKM yang terus berinovasi,” ujarnya.
Strategi Pemerintah Daerah dalam Ciptakan Lapangan Kerja
Salah satu rahasia keberhasilan Sulbar dalam menekan angka pengangguran adalah fokus pada program penciptaan lapangan kerja berbasis potensi lokal. Pemerintah daerah mengoptimalkan sektor pertanian, perikanan, serta pariwisata untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Selain itu, pemerintah juga gencar melaksanakan pelatihan vokasi dan program peningkatan keterampilan bagi generasi muda. Program padat karya yang melibatkan masyarakat desa turut membantu menurunkan angka pengangguran, terutama di wilayah pedesaan.
Peran UMKM, Pertanian, dan Investasi Lokal
UMKM menjadi tulang punggung perekonomian Sulbar. Melalui dukungan permodalan, digitalisasi usaha, dan akses pemasaran yang lebih luas, ribuan UMKM mampu bertahan bahkan berkembang. Banyak di antaranya yang berhasil menciptakan lapangan kerja baru, terutama di sektor kuliner, kerajinan, dan perdagangan.
Tak hanya itu, sektor pertanian juga mengalami penguatan. Program modernisasi pertanian, penyediaan pupuk gratis, serta peningkatan akses ke pasar menjadikan pertanian sebagai penyerap tenaga kerja terbesar di Sulbar.
Pemerintah daerah juga terus mendorong investasi lokal maupun nasional. Dengan kemudahan perizinan, beberapa proyek infrastruktur dan industri pengolahan berhasil masuk ke Sulbar, membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Harapan Sulbar ke Depan
Meski berhasil menekan angka pengangguran, Pemprov Sulbar tidak berpuas diri. Tantangan ke depan adalah meningkatkan kualitas tenaga kerja agar mampu bersaing di pasar global.
“Langkah selanjutnya adalah menyiapkan SDM yang unggul. Kita tidak hanya ingin angka pengangguran rendah, tetapi juga ingin tenaga kerja Sulbar memiliki daya saing tinggi,” kata Wakil Gubernur Sulbar.
Dengan strategi berkelanjutan yang fokus pada pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, serta pengembangan sektor unggulan daerah, Sulbar optimistis dapat mempertahankan prestasi sebagai salah satu provinsi dengan tingkat pengangguran terendah di Indonesia.









