News Mamasa – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bersama pemerintah pusat terus memperkuat sinergi dalam penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah. Upaya ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional 2025 yang menargetkan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui hunian yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Komitmen Bersama Atasi Backlog Perumahan di Sulsel
Baca Juga : Bupati Lutim janji kawal kasus pipa bocor Vale hingga tuntas
Data dari Kementerian PUPR menunjukkan bahwa backlog perumahan di Indonesia masih cukup tinggi, termasuk di Sulsel. Untuk itu, Pemprov Sulsel berkomitmen menggandeng pemerintah pusat agar program penyediaan rumah layak huni dapat menjangkau lebih banyak keluarga.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Sulsel memiliki kesempatan untuk tinggal di rumah yang layak, sesuai standar kesehatan dan keselamatan,” ungkap perwakilan Pemprov Sulsel dalam rapat koordinasi di Makassar, Kamis (5/9/2025).
Program Rumah Layak Huni sebagai Bagian dari Pembangunan Berkelanjutan
Rumah layak huni bukan hanya sekadar tempat tinggal, melainkan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Pemprov Sulsel menekankan bahwa rumah yang sehat dapat meningkatkan kualitas hidup, mendukung pendidikan anak, hingga menurunkan angka kemiskinan.
Penyediaan rumah ini terintegrasi dengan program infrastruktur dasar seperti penyediaan air bersih, sanitasi, hingga akses transportasi. Dengan demikian, pembangunan kawasan perumahan rakyat di Sulsel diharapkan lebih terarah dan berkelanjutan.
Peran Pemprov, Pemerintah Pusat, dan Swasta
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Sulsel tidak hanya mengandalkan anggaran daerah, tetapi juga mengoptimalkan dukungan dari pemerintah pusat melalui program Rumah Susun, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), hingga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Selain itu, sektor swasta juga dilibatkan, khususnya pengembang perumahan rakyat yang berkomitmen menyediakan unit terjangkau sesuai kebutuhan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pencapaian target rumah layak huni di Sulawesi Selatan.
“Sinergi ini harus menjadi model kerja sama yang konkret. Pemerintah pusat, daerah, dan swasta harus sama-sama turun tangan, agar hasilnya bisa dirasakan langsung masyarakat,” ujar pejabat Kementerian PUPR yang hadir dalam pertemuan.
Harapan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Program rumah layak huni menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulsel. Dengan akses ke hunian yang memadai, masyarakat berpenghasilan rendah akan lebih mudah berkembang secara ekonomi, sosial, dan pendidikan.
Pemprov Sulsel menegaskan bahwa penyediaan rumah layak huni akan terus menjadi prioritas, selaras dengan visi pembangunan daerah menuju Sulawesi Selatan yang inklusif dan berdaya saing.
“Kami berharap program ini bukan hanya mengurangi angka backlog, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat untuk hidup lebih sejahtera,” tutup pernyataan resmi Pemprov Sulsel.










