News Mamasa — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan Daerah (Bapperida) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program pembangunan tahun berjalan di Kabupaten Mamasa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada awal Oktober ini dihadiri langsung oleh jajaran pejabat Bapperida Sulbar bersama perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Monev dilakukan di sejumlah lokasi program strategis, mulai dari bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Baca Juga : Gubernur Suhardi Duka Resmikan Lapangan Mini Soccer All Star Kalukku
Kepala Bapperida Sulbar, Dr. Junda Maulana, menegaskan bahwa Monev menjadi instrumen penting untuk mengukur efektivitas program sekaligus memastikan setiap anggaran digunakan secara tepat sasaran.
“Evaluasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi wujud tanggung jawab pemerintah agar setiap program yang dijalankan betul-betul memberi manfaat bagi masyarakat Mamasa,” ujar Junda di sela kunjungan lapangan, Jumat (4/10/2025).
Tegaskan Komitmen Akuntabilitas Anggaran Publik
Bapperida Sulbar memastikan proses Monev dilakukan dengan pendekatan transparan dan berbasis data. Setiap temuan di lapangan akan menjadi bahan perbaikan dalam perencanaan dan penganggaran tahun 2026.
Menurut Junda, hasil evaluasi di Mamasa menunjukkan bahwa sebagian besar program telah berjalan sesuai target, namun masih ada beberapa aspek yang perlu diperkuat, terutama dalam hal sinkronisasi antar-OPD dan pemanfaatan hasil pembangunan oleh masyarakat.
“Kami ingin memastikan tidak ada proyek yang hanya berhenti di angka serapan anggaran. Dampaknya harus terasa — baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun kualitas layanan publik,” tambahnya.
Dorong Peran Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat
Selain melakukan pengawasan terhadap program provinsi, Bapperida juga mendorong pemerintah kabupaten Mamasa untuk memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program lintas sektor. Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pembangunan juga menjadi fokus agar transparansi semakin meningkat.
“Kami mendorong agar masyarakat ikut memberikan masukan dan pengawasan. Karena pembangunan yang berhasil adalah yang tumbuh dari partisipasi bersama,” tegas Junda.
Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Sulbar
Melalui kegiatan Monev ini, Bapperida Sulbar berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien, transparan, dan berorientasi hasil (result-based). Hasil pemantauan di Mamasa akan dijadikan contoh dalam memperkuat model evaluasi di kabupaten lain seperti Mamuju Tengah, Polman, dan Majene.
Bapperida menegaskan, keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari banyaknya proyek yang terealisasi, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat langsung.
“Bagi kami, tolok ukur keberhasilan bukan di laporan kegiatan, tapi di perubahan nyata yang dirasakan rakyat,” tutup Junda.









