News Mamasa – Pasar Rakyat Mamasa kembali menjadi sorotan publik setelah muncul gejolak yang dipicu dugaan permainan lahan. Kondisi ini memunculkan keresahan di kalangan pedagang dan masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi sehari-hari di pasar tersebut. Para pedagang menilai persoalan lahan mulai mengganggu kenyamanan dan kepastian usaha mereka.

Sejumlah pedagang Pasar Rakyat Mamasa menyampaikan keluhan terkait penataan lahan dan kios. Mereka menilai adanya indikasi penguasaan lahan yang tidak transparan dan merugikan pedagang kecil. Situasi ini memicu ketegangan di lingkungan pasar karena sebagian pedagang merasa tidak mendapatkan perlakuan yang adil.
Baca Juga : Door to Door Dinilai Efektif, Kepala Bapenda Sulbar Apresiasi ki Penagihan PKB Rp12,76 Juta di Mamasa
Tokoh masyarakat Mamasa turut menyoroti kondisi Pasar Rakyat Mamasa yang terus bergejolak. Mereka meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar, terutama terkait status lahan dan sistem penempatan kios. Transparansi dinilai menjadi kunci utama untuk meredam konflik dan mengembalikan kepercayaan pedagang.
Pemerintah daerah Mamasa didesak mengambil langkah tegas agar aktivitas pasar kembali kondusif. Penataan ulang lahan dan kios diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi seluruh pedagang. Selain itu, pemerintah juga diminta membuka ruang dialog dengan pedagang agar setiap kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Dengan penanganan yang tepat, Pasar Rakyat Mamasa diharapkan kembali menjadi pusat ekonomi rakyat yang aman dan nyaman. Penyelesaian persoalan lahan secara adil akan membantu menciptakan iklim usaha yang sehat serta menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat Mamasa.









