, ,

Kekecewaan Mendalam Masyarakat Mamasa: Ancaman Lepas dari Sulbar Menguat

by -298 Views
cek disini

News Mamasa – Masyarakat Mamasa menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap kondisi daerah yang mereka nilai belum mengalami kemajuan signifikan sejak bergabung dengan Provinsi Sulawesi Barat. Kekecewaan tersebut terus menguat dan memunculkan wacana serius mengenai keinginan sebagian warga untuk melepaskan diri dari Sulbar. Isu ini berkembang seiring meningkatnya keresahan masyarakat atas ketimpangan pembangunan dan minimnya perhatian pemerintah provinsi.

Masyarakat Mamasa menyuarakan kekecewaan mendalam yang memicu isu lepas
Kekecewaan Mendalam Masyarakat Mamasa: Ancaman Lepas dari Sulbar Menguat

Sejumlah tokoh adat, pemuda, dan elemen masyarakat Mamasa menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka. Mereka menilai pemerintah belum memberikan perlakuan adil dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan. Jalan rusak, keterbatasan akses ekonomi, serta minimnya investasi daerah memperparah rasa ketidakpuasan yang dirasakan warga.

Baca Juga : Suhardi Duka dan ‘Amnesia’ Sejarah: Mamasa Kembali Terpinggirkan

Masyarakat Mamasa juga menyoroti lambannya respons pemerintah terhadap berbagai persoalan lokal. Warga merasa pemerintah provinsi lebih memprioritaskan wilayah lain dibandingkan Mamasa. Kondisi ini memicu persepsi bahwa keberadaan di Sulbar tidak memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam berbagai diskusi publik dan pertemuan komunitas, warga menyampaikan tuntutan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta pemerataan pembangunan, peningkatan anggaran daerah, serta kebijakan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat pegunungan. Jika pemerintah mengabaikan aspirasi tersebut, wacana pemisahan wilayah diperkirakan akan semakin menguat.

Para tokoh masyarakat menegaskan bahwa masyarakat Mamasa masih mengedepankan dialog dan solusi damai. Mereka berharap pemerintah membuka ruang komunikasi yang jujur dan transparan. Menurut mereka, pemerintah harus hadir secara nyata, bukan hanya melalui janji atau kunjungan seremonial.

Isu ancaman lepas dari Sulbar menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Pemerintah daerah dan provinsi perlu merespons aspirasi warga secara cepat dan tepat agar kepercayaan masyarakat dapat pulih. Tanpa langkah nyata, kekecewaan masyarakat Mamasa berpotensi berkembang menjadi persoalan sosial dan politik yang lebih besar di masa mendatang.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.