, ,

Kasus Penipuan Proyek di Mamasa Berlarut, Korban Keluhkan Lambannya Respons Polisi

by -517 Views
cek disini

News Mamasa  – Sejumlah korban penipuan proyek di Kabupaten Mamasa menyampaikan keluhan terkait penanganan laporan mereka di Polres Mamasa yang diduga tidak menunjukkan perkembangan berarti. Para korban menuding ada indikasi laporan mandek dan munculnya kebocoran informasi kepada pihak terlapor, sehingga proses penegakan hukum dinilai berjalan tidak transparan dan tidak profesional.

Dugaan Penipuan Janji Proyek di Mamasa, Sejumlah Korban Rugi dan Berencana  Lapor Polisi | Gemadika.com
Kasus Penipuan Proyek di Mamasa Berlarut, Korban Keluhkan Lambannya Respons Polisi

Kasus ini bermula dari dugaan penipuan proyek fiktif yang melibatkan seorang oknum yang menjanjikan paket pekerjaan kepada beberapa warga dan kontraktor kecil. Para korban mengaku telah menyerahkan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah sebagai bentuk komitmen proyek, namun pekerjaan yang dijanjikan tak pernah ada. Setelah mencoba menagih kejelasan, pelaku justru diduga menghilang dan tidak memberikan pertanggungjawaban.

Baca Juga : Heboh Video Rapat Intel Kodim, Dugaan Pelepasan Terduga Bandar Narkoba oleh Oknum Polres Kubar Picu Kemarahan, Publik Desak Kapolda Kaltim Bertindak dan PTDH Oknum yang Mencoreng Nama Institusi Polri

Laporan Disebut Mandek, Korban Merasa Tidak Mendapat Kepastian

Beberapa korban menyebut bahwa laporan mereka telah masuk sejak berbulan-bulan lalu, namun hingga kini belum menunjukkan progres yang jelas. “Kami sudah beberapa kali ke Polres, tapi selalu dibilang masih proses. Tidak ada kepastian, tidak ada perkembangan berarti,” ujar salah satu korban yang enggan disebutkan namanya.

Korban merasa penanganan yang lambat ini berpotensi memberikan ruang bagi pelaku untuk menghilangkan jejak atau melarikan diri. Mereka khawatir upaya mendapatkan keadilan akan semakin sulit jika penyelidikan tidak dilakukan secara cepat dan tegas.

Dugaan Kebocoran Informasi Memicu Kekecewaan

Lebih jauh, para korban mengaku terkejut dengan dugaan adanya kebocoran informasi dari internal penyidik kepada terlapor. Setiap kali korban melakukan tindak lanjut, mereka mendapati pelaku sudah mengetahui perkembangan terbaru dari laporan tersebut.

“Kami merasa ada informasi yang bocor, karena pelaku selalu tahu langkah yang kami ambil. Ini tentu sangat merugikan dan membuat kami mempertanyakan integritas proses penyelidikan,” tambah korban lainnya.

Dugaan kebocoran informasi ini dianggap sebagai hambatan serius yang dapat mengganggu proses penegakan hukum dan merugikan pihak pelapor.

Tuntutan Korban: Transparansi dan Kepastian Penanganan

Dengan kondisi tersebut, para korban mendesak Kapolres Mamasa untuk meninjau ulang kinerja penyidik yang menangani kasus ini. Mereka berharap ada supervisi langsung untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.

“Yang kami butuhkan hanya kejelasan, transparansi, dan tindakan tegas. Jangan sampai kasus seperti ini menjadi preseden buruk dan membuat masyarakat kehilangan kepercayaan,” tegas seorang korban lainnya.

Harapan Adanya Evaluasi dan Percepatan

Para korban berharap Polres Mamasa dapat mempercepat penyelidikan, memanggil terlapor secara resmi, serta menindaklanjuti setiap bukti dan keterangan yang telah diserahkan. Mereka menilai bahwa penyelesaian kasus penipuan proyek ini tidak hanya menyangkut kerugian materi, tetapi juga menyangkut rasa keadilan masyarakat.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut profesionalitas aparat penegak hukum. Masyarakat berharap kepolisian dapat membuktikan komitmennya dalam memberikan pelayanan hukum yang adil, transparan, dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan warga.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.