News Mamasa — Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara terbuka mengungkap alasan utama dibentuknya Tim Reformasi Polri. Menurutnya, tim ini hadir sebagai jawaban atas tuntutan publik terhadap peningkatan transparansi, profesionalisme, dan integritas Polri di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Menjawab Tuntutan Publik
Kapolri menegaskan bahwa pembentukan tim reformasi merupakan bentuk komitmen Polri dalam merespons berbagai kritik dan aspirasi masyarakat. Ia menilai, Polri harus terus berbenah agar mampu menjaga kepercayaan publik.
Baca Juga : Panglima TNI Minta Anak Buahnya Tak Nyalakan Strobo dan Sirine Saat Jalan Kosong: Tidak Etis
“Polri adalah milik rakyat. Kami harus mampu menjawab setiap tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat. Reformasi ini bukan hanya wacana, melainkan kerja nyata,” ujar Kapolri.
Fokus pada Transparansi dan Akuntabilitas
Tim Reformasi Polri nantinya akan berfokus pada beberapa aspek strategis, antara lain:
-
Peningkatan Transparansi dalam proses penegakan hukum agar tidak ada lagi praktik yang merugikan masyarakat.
-
Penguatan Akuntabilitas internal melalui sistem pengawasan yang lebih ketat dan berbasis teknologi.
-
Modernisasi Polri dengan pemanfaatan digitalisasi pelayanan, sehingga akses masyarakat lebih cepat dan mudah.
-
Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan, pelatihan, dan rekrutmen yang lebih selektif.
Kolaborasi dengan Tokoh Nasional
Tim ini tidak hanya berisi unsur internal kepolisian, tetapi juga menggandeng berbagai tokoh nasional, akademisi, serta praktisi hukum. Dengan begitu, reformasi di tubuh Polri diharapkan berjalan lebih objektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kapolri menegaskan, keterlibatan pihak eksternal menjadi penting agar proses reformasi tidak berjalan tertutup. “Kami ingin ada masukan dari berbagai pihak, sehingga langkah perbaikan benar-benar sesuai dengan harapan rakyat,” katanya.
Harapan Jangka Panjang
Dengan adanya tim reformasi, Polri diharapkan dapat kembali memperkuat posisi sebagai institusi penegak hukum yang dipercaya publik. Selain itu, reformasi ini juga diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih humanis, transparan, serta responsif terhadap dinamika sosial.
“Polri harus menjadi institusi yang adaptif, profesional, dan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan. Kami ingin reformasi ini meninggalkan legacy positif bagi generasi kepolisian ke depan,” tambah Kapolri.
Penutup
Langkah blak-blakan Kapolri dalam mengungkap alasan pembentukan Tim Reformasi Polri menjadi sinyal kuat bahwa perubahan nyata sedang dijalankan. Dengan fokus pada transparansi, akuntabilitas, dan modernisasi, Polri diharapkan mampu meraih kembali kepercayaan publik dan menjawab tantangan keamanan nasional di masa depan.









