,

Hujan Deras Picu Longsor, Jalan Penghubung Desa Buntubuda-Taupe Putus di Mamasa

by -646 Views
cek disini

News Mamasa – Pada Jumat (19/9/2025) pagi, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menyebabkan longsor besar yang menutup jalan penghubung antara Desa Buntubuda dan Desa Taupe. Peristiwa ini mengakibatkan jalan ambruk sepanjang 50 meter, tertutup oleh ribuan kubik material longsor, termasuk pepohonan tumbang yang membuat jalan tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali.

Warga 3 Dusun di Mamasa, 3 Hari Terisolir Akibat Longsor - Regional  Liputan6.com
Hujan Deras Picu Longsor, Jalan Penghubung Desa Buntubuda-Taupe Putus di Mamasa

Akibat longsor tersebut, ratusan warga dari kedua desa tersebut kini terisolir, termasuk anak-anak yang biasa bersekolah di luar desa. Jalan yang putus ini menjadi satu-satunya akses utama bagi warga untuk melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga penutupan jalan menghambat distribusi barang, layanan kesehatan, hingga pendidikan.

Penyebab Longsor dan Dampaknya

Longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi selama beberapa jam, yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan tidak mampu menahan beban. Longsor ini dipicu oleh kombinasi hujan deras dan kondisi geografis wilayah yang rawan bencana. Selain itu, faktor keberadaan pepohonan yang tumbang menambah berat beban material longsor, menjadikannya semakin sulit untuk diatasi.

Dampak langsung dari kejadian ini sangat besar, terutama bagi kehidupan sehari-hari warga yang terisolir. Mereka tidak dapat mengakses jalan utama untuk ke pasar, sekolah, atau layanan kesehatan, sementara bantuan logistik juga terganggu. Bahkan, anak-anak sekolah yang biasanya melintas jalan ini kini terpaksa harus menunggu sampai akses jalan kembali dibuka.

Baca Juga : Warga Makassar Mendadak Cabut Gugatan Rp 800 Miliar terhadap Polda Sulsel, Apa Alasannya?

Upaya Pemerintah dan Tanggap Darurat

Pemerintah Kabupaten Mamasa, bersama dengan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), segera turun tangan untuk menanggulangi bencana ini. Warga dan pihak terkait bekerja sama dalam upaya pembersihan material longsor dan membuka jalur alternatif. Namun, mengingat kerusakan yang cukup parah, pemulihan jalan diperkirakan memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Kepala BPBD Mamasa, Ali Mustofa, mengungkapkan bahwa tim telah mulai melakukan evakuasi dan distribusi bantuan sementara menggunakan jalur lain, meskipun akses tersebut juga terbatas. “Kami sedang berupaya semaksimal mungkin agar warga yang terisolir dapat segera mendapatkan bantuan. Tim lapangan akan terus bekerja 24 jam untuk membuka kembali akses jalan,” ujarnya.

Menghadapi Tantangan Infrastruktur dan Potensi Bencana Lain

Kejadian ini mengingatkan akan pentingnya kesiapan infrastruktur di wilayah yang rawan bencana alam, seperti Mamasa. Wilayah ini memiliki topografi yang bergunung-gunung, sehingga sangat rentan terhadap bencana alam seperti longsor, terutama saat musim hujan. Kepala desa setempat, Syamsul Arif, menegaskan bahwa selain membuka akses jalan yang putus, pemerintah juga perlu meningkatkan kualitas infrastruktur penunjang agar bisa mengurangi dampak dari bencana alam yang serupa di masa depan.

Kesimpulan: Perlunya Persiapan dan Tanggap Darurat yang Cepat

Longsor yang terjadi di Mamasa menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam, terutama bagi daerah yang rawan longsor. Pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat setempat bekerja sama untuk segera mengatasi dampak yang ditimbulkan dan membuka akses jalan yang terputus. Dengan upaya yang maksimal, diharapkan warga yang terisolir bisa segera mendapatkan bantuan dan jalur komunikasi bisa kembali normal.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.