News Mamasa — Enam desa di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, telah dua pekan terisolir akibat tanah longsor yang menutup badan jalan utama. Bencana ini terjadi pada Jumat (21/11) di Desa Periangan dan hingga kini belum dapat ditangani sepenuhnya akibat medan yang sangat sulit dijangkau.

Material longsor berupa tanah, batu, serta pepohonan menimbun jalan sepanjang ratusan meter sehingga kendaraan tidak bisa masuk maupun keluar dari wilayah terdampak.
Baca Juga : Pusdalops Terima Laporan Longsor dari BPBD Mamasa: Enam Desa di Kecamatan Tabulahan Masih Terisolir
Medan Sulit Hambat Penanganan
Pemerintah daerah telah mengerahkan alat berat ke lokasi, namun proses pembersihan jalan terhambat oleh kondisi geografis yang curam dan labil. Tingginya risiko longsor susulan membuat petugas harus ekstra hati-hati saat bekerja.
Petugas BPBD Mamasa menyebutkan bahwa beberapa titik jalan tidak dapat dilalui sama sekali, sehingga alat berat harus berpindah dari jalur alternatif yang lebih jauh.
Enam Desa Terdampak Terisolir
Adapun enam desa yang terdampak dan terisolir selama dua pekan terakhir adalah:
-
Desa Periangan
-
Desa Tabulahan
-
Desa Saluleang
-
Desa Peu
-
Desa Gandang Dewata
-
Desa Salubakka
Warga di desa tersebut saat ini mengalami kesulitan mendapatkan akses kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan distribusi logistik.
Distribusi Logistik Ditempuh Lewat Jalur Alternatif
Untuk sementara, bantuan logistik terpaksa disalurkan melalui jalur alternatif dan dengan pengangkutan manual. Beberapa relawan dan aparat terpaksa berjalan kaki menembus jalur pegunungan demi membawa sembako serta kebutuhan darurat bagi warga.
Pemerintah Kabupaten Mamasa terus berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah provinsi untuk mempercepat pembukaan akses jalan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Imbauan Kewaspadaan Longsor Susulan
Petugas mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah Mamasa cukup tinggi dan berpotensi memicu longsor susulan. Proses penanganan diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari ke depan, tergantung kondisi cuaca dan stabilitas medan.









