, ,

Content Creator Sulbar Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal Mamasa di Era Digital

by -542 Views
cek disini

News Mamasa – Di era digital saat ini, peran content creator semakin besar dalam menjaga eksistensi budaya lokal. Hal inilah yang dilakukan oleh sejumlah content creator di Sulawesi Barat yang mengajak generasi muda untuk ikut melestarikan budaya lokal Mamasa melalui berbagai platform digital.

Pekan Digital Ekonomi Kreatif di Mamasa; Sebab Sektor Pariwisata Mesti Tetap Adaptif - WACANA.INFO
Content Creator Sulbar Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal Mamasa di Era Digital

 

Salah satu content creator Sulbar menyampaikan bahwa kekayaan budaya Mamasa, mulai dari tarian tradisional, rumah adat tongkonan, hingga ritual keagamaan, harus terus dipromosikan agar tidak tergerus modernisasi.

Baca Juga : Kanwil Ditjenpas dan Imigrasi Sulbar Tanam Ribuan Kelapa

“Melalui media sosial, kita bisa mengenalkan budaya Mamasa ke tingkat nasional bahkan internasional. Jangan sampai budaya kita hilang hanya karena kurang diekspos,” ujarnya.


 Budaya Mamasa Punya Daya Tarik Tinggi

Kabupaten Mamasa dikenal memiliki tradisi yang unik, seperti upacara adat Rambu Solo’, musik tradisional, serta ukiran khas yang sarat makna filosofis. Semua ini menjadi identitas masyarakat yang patut dilestarikan.

Menurut para content creator, daya tarik budaya Mamasa dapat menjadi potensi wisata budaya jika dikemas dengan baik. Kehadiran platform digital memberi peluang besar untuk memperkenalkan kearifan lokal kepada masyarakat luas, khususnya generasi milenial dan Gen Z yang lebih aktif di media sosial.


 Kolaborasi Kreator dan Pemerintah Daerah

Para content creator Sulbar juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah. Dukungan dalam bentuk fasilitas, promosi, dan event budaya akan memperkuat upaya pelestarian.

“Kalau pemerintah, pelaku seni, dan content creator saling bersinergi, maka budaya Mamasa tidak hanya bertahan, tapi juga bisa berkembang jadi ikon wisata budaya unggulan Sulbar,” tambahnya.


 Generasi Muda Sebagai Agen Pelestarian

Pelestarian budaya lokal tidak bisa dilepaskan dari peran generasi muda. Content creator Sulbar mengajak anak-anak muda untuk ikut aktif membuat konten kreatif bertema budaya. Mulai dari video pendek di TikTok, vlog perjalanan di YouTube, hingga foto dokumentasi di Instagram.

Langkah ini diharapkan bisa menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.


 Budaya Sebagai Daya Tarik Ekonomi Kreatif

Lebih dari sekadar pelestarian, budaya Mamasa juga memiliki nilai ekonomi. Dengan promosi digital, produk lokal seperti tenun khas Mamasa, kuliner tradisional, dan kerajinan tangan bisa dipasarkan lebih luas.

“Budaya dan ekonomi kreatif bisa berjalan beriringan. Jika kita mempromosikan budaya dengan cara kreatif, maka dampaknya juga akan terasa bagi perekonomian masyarakat,” jelas salah satu pelaku UMKM yang terlibat dalam kampanye digital budaya Mamasa.


Kesimpulan

Gerakan pelestarian budaya lokal Mamasa yang digagas content creator Sulbar menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi alat penting dalam menjaga warisan leluhur. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, budaya Mamasa tidak hanya akan tetap hidup, tetapi juga mampu bersaing sebagai daya tarik budaya dan pariwisata di tingkat nasional maupun global.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.