News Mamasa – Pemerintah Kabupaten Mamasa terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Bupati Mamasa menegaskan pentingnya efektivitas pelaksanaan program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) sebagai langkah strategis menghadapi ancaman kerusakan lingkungan, banjir, hingga longsor yang kerap melanda wilayah pegunungan di Sulawesi Barat.

Fokus pada Kelestarian Lingkungan
Baca Juga : Ribuan Warga Bone Desak Dalang Kerusuhan Demo PBB-P2 Ditangkap
Dalam rapat koordinasi bersama Dinas Kehutanan dan sejumlah pemangku kepentingan pada Senin (25/8/2025), Bupati menyampaikan bahwa program RHL harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menekankan agar penanaman kembali lahan kritis tidak hanya sebatas formalitas, melainkan dijalankan dengan pemantauan berkelanjutan.
“Rehabilitasi hutan bukan hanya soal menanam pohon, tetapi bagaimana memastikan pohon itu tumbuh, berkembang, dan bermanfaat bagi generasi berikutnya,” tegas Bupati.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Bupati Mamasa juga menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat desa, hingga kelompok tani hutan dalam menjalankan program tersebut. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi lahan.
“Warga harus merasa memiliki hutan yang ada di sekitarnya. Dengan begitu, program rehabilitasi tidak akan sia-sia karena ada rasa tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Peran Penting Ekonomi Hijau
Selain menjaga lingkungan, program RHL juga diarahkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui konsep ekonomi hijau. Pemerintah daerah mendorong penanaman pohon produktif seperti kopi, cengkih, dan kakao di lahan-lahan tertentu agar bisa memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga ekosistem.
Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi tingkat kerusakan hutan akibat pembukaan lahan yang tidak terkontrol, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Tantangan dan Harapan
Meski demikian, Bupati mengakui tantangan besar masih ada, seperti keterbatasan anggaran, kesadaran masyarakat, dan ancaman perambahan hutan. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan secara bersama-sama.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan lintas sektor agar Mamasa tetap hijau, lestari, dan mampu menghadapi perubahan iklim,” tambahnya.
Penutup
Tekanan Bupati Mamasa mengenai efektivitas program rehabilitasi hutan dan lahan menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan langkah strategis ini, diharapkan Mamasa dapat menjadi contoh daerah yang berhasil menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian alam.









