News Mamasa — Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, membuka secara resmi Kelas Belajar Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4Lapor) yang digelar di Bumi Kondosapata, Mamasa. Pada kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya peran penggiat KIM, konten kreator, serta pengguna media sosial dalam menjaga suasana daerah tetap damai dan kondusif melalui penyebaran informasi yang positif.

Dorong Literasi Digital dan Peran KIM di Era Informasi Cepat
Dalam sambutannya, Welem Sambolangi menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini membuat arus informasi bergerak begitu cepat. Masyarakat dapat dengan mudah menerima dan menyebarkan informasi, namun hal itu juga membuka peluang munculnya hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi.
Baca Juga : Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Resmi Jadi Ketua Dewan Penasihat KSPSI AGN
Oleh karena itu, menurut Bupati, keberadaan KIM sangat strategis untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, menjembatani informasi pemerintah, serta menjadi garda terdepan dalam menghadirkan literasi digital yang sehat.
“Kita butuh para penggiat informasi yang mampu memberi pencerahan, bukan yang memperkeruh suasana. KIM harus hadir sebagai filter sekaligus penguat komunikasi pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Bupati: Jadilah Teladan Bijak di Media Sosial
Bupati Mamasa juga mengajak seluruh peserta—mulai dari pegiat KIM, konten kreator, hingga para pengguna aktif media sosial—untuk dapat memberikan contoh positif dalam setiap aktivitas digital. Menurutnya, ruang digital harus digunakan untuk menyebarkan narasi menyejukkan dan saling menguatkan.
“Gunakan media sosial untuk hal-hal produktif. Mari kita ciptakan konten yang membangun, bukan yang memecah belah,” tegas Welem.
Ia menambahkan bahwa menjelang tahun-tahun politik dan meningkatnya dinamika sosial, sangat penting bagi masyarakat Mamasa menjaga kedamaian khususnya melalui penggunaan media sosial yang bijak.
SP4Lapor Diperkuat, Layanan Publik Lebih Mudah Diakses
Selain penguatan KIM, kegiatan ini juga membahas pemanfaatan SP4Lapor, sebuah platform pengaduan layanan publik yang terintegrasi secara nasional. Pemerintah Kabupaten Mamasa berkomitmen mengoptimalkan sistem tersebut agar warga dapat menyampaikan keluhan dan aspirasi secara mudah, transparan, dan tepat sasaran.
Dengan adanya kelas belajar ini, peserta diharapkan memahami alur pelaporan, mekanisme tindak lanjut, serta pentingnya akurasi data dalam pengelolaan aduan publik.
Harapan Pemerintah terhadap Masyarakat Mamasa
Di akhir kegiatan, Bupati Mamasa berharap agar peserta menjadi agen perubahan dalam membentuk budaya informasi yang sehat. Ia menekankan bahwa keamanan dan ketenteraman Mamasa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pengguna media sosial.
“Kita jaga Bumi Kondosapata ini bersama-sama. Mulai dari hal kecil: bijak berkomentar, bijak membagikan informasi, dan bijak membuat konten,” tutur Welem.
Dengan terselenggaranya kelas belajar ini, Pemerintah Kabupaten Mamasa berharap tercipta sinergi kuat antara pemerintah, KIM, dan masyarakat dalam mewujudkan ruang digital yang aman, inklusif, dan menyejukkan.









