News Mamasa – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir di wilayah Kabupaten Mamasa dalam beberapa hari ke depan. Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan pesisir yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran.

Dalam rilis resminya, BMKG menyebutkan bahwa kondisi ini dipicu adanya peningkatan aktivitas dinamika atmosfer, termasuk penguatan massa udara basah dan pembentukan awan konvektif di wilayah Sulawesi Barat.
Baca Juga : Klarifikasi PT SSI: Mobil Pembawa Uang Terbakar di Polman Bukan Milik BNI
“Sejumlah wilayah di Mamasa berpotensi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi,” kata Prakirawan BMKG, ….
Dampak: Longsor dan Banjir Bandang Masih Mengintai
BMKG menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas lebat berpotensi memicu bencana seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang, terutama di wilayah yang memiliki kondisi geografis berbukit. Mamasa yang dikenal sebagai daerah pegunungan masuk dalam kategori rawan longsor jika hujan turun dalam durasi panjang.
“Kami meminta warga yang tinggal di lereng atau tebing curam untuk lebih berhati-hati. Banjir bandang juga dapat terjadi jika aliran sungai tidak mampu menampung debit air,” jelasnya.
Pemerintah daerah diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dengan memeriksa drainase, menyiagakan relawan, serta memastikan peralatan penanganan bencana dalam kondisi siap pakai.
Gelombang Tinggi Ancam Wilayah Pesisir
Selain wilayah daratan, BMKG juga memantau adanya potensi gelombang tinggi di wilayah perairan barat Sulawesi, termasuk area perairan Selat Makassar bagian utara. Gelombang diprakirakan mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter dan berbahaya bagi kapal nelayan serta kapal berukuran kecil.
“Nelayan diharapkan menunda perjalanan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Gelombang tinggi bisa muncul tiba-tiba akibat angin kencang,” ujar BMKG.
BMKG menekankan agar pelaku pelayaran dan masyarakat pesisir memperhatikan informasi keselamatan dari otoritas terkait sebelum beraktivitas di laut.
BMKG Minta Masyarakat Ikuti Pembaruan Informasi Cuaca
BMKG menegaskan bahwa peringatan cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan atmosfer. Karena itu, masyarakat diminta terus memantau pembaruan informasi melalui aplikasi resmi BMKG, kanal media sosial, serta siaran radio lokal.
“Informasi cuaca sangat penting untuk keselamatan. Kami berharap masyarakat lebih proaktif mengikuti update terbaru,” kata Prakirawan.
Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem. BMKG mengajak masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko kerugian dan korban jiwa.









